fakultas arsitektur lansekap
dan teknologi lingkungan
Kalender
Kegiatan
<< Oct 2014 >>
M S S R K J S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1
Hari ini »

No upcoming events

Profil
Alumnus
Wikke Novalia, ST
Teknik Lingkungan 2005

 "Lulusan bidang TL khususnya yang terspesialisasi pada bidang air sangat dibutuhkan, terutama dalam kaitannya dengan MDGs nomor 7 (mengurangi hingga setengah proporsi penduduk yang tidak mempunyai akses air minum yang aman dan sanitasi pada tahun 2015). Negara-negara maju contohnya Belanda, mempunyai agenda tersendiri untuk membantu menyukseskan MDGs. Oleh karena itu, terdapat cukup banyak proyek-proyek bantuan yang berkaitan dengan bidang air bersih dan sanitasi untuk negara berkembang, yang tentunya membutuhkan ahli TL"
lanjutkan »

Laboratorium Lingkungan
Pendahuluan

Berbagai studi yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan, baik lingkungan air, udara maupun tanah dan apakah itu menyangkut pengendalian pencemara, pangolahan air limbah (IPAL), pengadaan air bersih, pengolahan limbah padat dan lain-lain harus ditunjang oleh pengukuran yang akurat untuk setiap parameter pencemar.

Pengukuran dilakukan menggunakan berbagai alat dan bahan kimia yang murni atau disebut proanalysis (p.a) karena pada umumnya parameter yang diukur kebanyakan bersifat kimiawi. Pengukuran atau analisis hanya dapat dilakukan di laboratorium lingkungan walaupun ada beberapa parameter yang dapat langsung diukur di lapangan, akan tetapi tetap harus menggunakan alat-alat dan zat kimia yang disediakan laboratorium.

Metode pengukuran untuk setiap parameter seperti untuk air limbah, misalnya: COD, BOD, TSS, TDS, logam berat dan lain-lain dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan dibakukan.

Ketelitian  sangat diperlukan dalam setiap analisis yang dilakukan, agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Ketidak akuratan hasil dapat menumbulkan kesimpulan yang salah dan tentu saja tidak diinginkan.

Mahasiswa Teknik Lingkungan yang dalam kurikulumnya mendapat teori-teori tentang pencemaran lingkungan seyogyanya juga perlu diberikan ketrampilan untuk melakukan pengukuran atau mendeteksi pencemaran melalui berbagai pengukuran dan analisis parameter pencemar yang dilakukan dilaboratorium. Dalam hal ini, di Jurusan Teknik Lingkungan tersedia Laboratorium Lingkungan I dan II yang berfungsi sebagai berikut:

  1. Memberi bimbingan dan pelatihan atau praktikum kepada mahasiswa semester IV untuk dapat melakukan analisis terhadap sampel air, udara, maupun limbah padat.
  2. Menyediakan sarana bagi mahasiswa tingkat akhir dalam melekukan penelitian untuk tugas akhir (TA)
  3. Memberi jasa pelayanan kepada masyarakat yang ingin menganalisis air sumurnya, air limbah industrinya ataupun untuk mengetahui efektivitas IPAL yang sudah ada.
  4. Laboratorium Lingkungan juga dapat bekerja sama dengan lembaga penelitian, baik pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama melakukan penelitian yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan.

            Adapun peralatan yang tersedia di Laboratorium Lingkungan antara lain adalah:

  • Untuk analisis air
    1. Alat-alat gelas
    2. Timbangan analitik
    3. COD reactor
    4. Inkubator BOD
    5. Spektrofotometer
    6. Turbiditimeter
    7. pH meter
    8. Oven - Tanur
    9. Unit Jartest
    10. Dan sebagainya
  • Untuk analisis Udara
    1. HVS (High Vulume Sampler)
    2. LVS (Low Volume Sampler)
    3. RAC Sampler
    4. Alat-alat klimatologi
    5. Vaccum pump - impinger - flowmeter
    6. Sound Level meter
    7. Gas Chromatografi

Setelah mengikuti praktikum di laboratorium lingkungan mahasiswa diharapkan menjadi terampil untuk melakukan analisis dengan peralatan-peralatan tersebut di atas. Dengan demikian mahasiswa mampu melakukan penelitian untuk tugas akhir, misalnya penelitian tentang pengolahan air limbah industri atau domestic, pengolahan sampah (Limbah padat) penelitian alternatif penanggulangan pencemaran udara oleh industri atau kendaraan bermotor dan lain sebagainya.

SISTEM PENILAIAN PRAKTIKUM

Nilai Praktikum Terdiri dari Beberapa Faktor

  1. Persiapan, meliputi kedisiplinan dan pembuatan jurnal;
  2. Kuis, dilaksanakan sebelum praktikum;
  3. Praktikum, meliputi keterampilan, ketelitin, kecekatan, kerapian, kebersihan dan kedisiplinan kerja;
  4. Laporan, yaitu nilai tugas dan hasil pengamatan atau laporan, meliputi teknik penyajian, perhitungan, pembahasan dan kesimpulan;
  5. Ujian Tengah Semester (tertulis)
  6. Ujian Akhir Semester (tertulis)

Untuk masing-masing faktor tersebut diberi bobot nilai seperti tertera pada tabel berikut :

Tabel 1. Bobot nilai praktikum

No.

FAKTOR YANG DINILAI

BOBOT NILAI

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Persiapan

Kuis

Praktikum

Laporan

UTS (tertulis)

UAS (tertulis)

5 %

7,5 %

25 %

12,5 %

20 %

30 %

Jumlah

100 %

Syarat Kelulusan

Praktikan dinyatakan lulus/selesai praktikum Laboratorium Lingkungan, apabila nilai akhir seperti tercantum pada tabel tersebut di atas minimum adalah C.

Bagi yang tidak memenuhi syarat seperti pada tabel diharuskan mengulang sesuai dengan kekurangan yang ada.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Praktikum

  1. Sebelum memulai setiap praktikum, mahasiswa harus mempelajari setiap prosedur praktikum (mempelajari dari buku petunjuk praktikum ) yang akan diuji dalam kuis singkat selama 15 menit.
  2. Sebelum praktikum mahasiswa diberikan pengarahan prosedur analisis untuk setiap parameter yang akan diukur.
  3. Mahasiswa melakukan pengukuran dan analisis di bawah pengawasan asisten.
  4. Mencatat setiap hasil pengamatan yang diperoleh dalam praktikum
  5. Menghitung hasil percobaan praktikum dari hasil pengamatan.
  6. Membuat laporan yang akan dikumpulkan pada praktikum berikutnya.

Tugas Akhir

  1. mengajukan permohonan kepada Kepala Laboratorium dengan mengetahui Ketua Jurusan dan Pembimbing Tugas Akhir.
  2. Setelah disetujui oleh Kepala Laboratorium atas dasar ketersadiaan ruang dan peralatan, mahasiswa dapat mulai melakukan Tugas Akhir di laboratorium.
  3. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan peminjaman alat kepada Petugas laboratorium.
  4. Bila mahasiswa memerlukan laboratoriumdi luar jam kerja/waktu libur, maka harus mengajukan permohonan kepada Bagian Umum Fakultas untuk memmperoleh persetujuan dari Dekan.
  5. Setelah penelitian selesai mahasiswa harus mengembalikan atau mengganti alat yang rusak kepada Petugas, membersihkan peralatan dan tempat penelitian yang ada di laboratorium.

MATERI PRAKTIKUM

Materi Praktikum Laboratorium Lingkungan I

Pengambilan sampel air, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), Warna, Kekeruhan, Daya Hantar Listrik (DHL), Asiditas, Alkalinitas, Kesadahan, Sulfat, Fosfat, Amonium, Nitrat, Nitrit, BOD, COD, DO, Organik KMnO4, Minyak dan Lemak, Detergen, Adsorbsi karbon aktif, dan Jartest.

Materi Praktikum Laboratorium Lingkungan II

Pengukuran Meteorology, Partikulat, Sulfur dioksida, Oksida Nitrogen, Oksidan, Amonia, Hidrogen Sulfida, Sumber Tidak Bergerak, Sumber bergerak, Model Komputer Penyebaran Pencemaran Udara, Kebisingan Lalu Lintas, Bebisingan Bandara, dan analisis beberapa parameter Limbah Padat. (Kadar Air, Kadar Abu, pH, dan Nitrogen Total)

Sambutan
Ketua Jurusan
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alamnya, sehingga keberlanjutan pembangunan sangat tergantung dari cara pengelolaan lingkungannya. Hal ini menjadikan pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai Ketahanan Aset Nasional (National Asset Security). Namun fakta menunjukkan bahwa upaya perbaikan dan pengelolaan lingkungan hidup, kalah cepat dibandingkan laju kerusakan dan pencemaran yang terjadi.
Fasilitas
Penunjang
Bursa
Lapangan Kerja
Maaf, data lowongan masih dalam pengerjaan.


Trisakti University
Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia
Phone: (62-21) 566 3232 | Fax: (62-21) 564 4270
Jobs | Peta Situs | Alamat Kontak
Copyright © 2014 UPT Multimedia Universitas Trisakti. All rights reserved.