Universitas
Trisakti
Kalender
Kegiatan

<< Sep 2014 >>
M S S R K J S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4
Hari ini »


 

Peringatan 11 Tahun Tragedi 12 Mei Tuntaskan Tragedi Trisakti
18 Mei 2009 14:38, 14:38
Multimedia

Peringatan 11 Tahun Tragedi 12 Mei Tuntaskan Tragedi Trisakti

Memperingati 11 Tahun peristiwa Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Rektor Universitas Trisakti Prof Dr Thoby Mutis memimpin upacara bendera di Kampus A Universitas Trisakti. Acara diikuti oleh segenap warga sivitas akademika Universitas Trisakti pada Hari Selasa 12 Mei 2009. Selain itu juga tabur bunga di lokasi tertembaknya Hafidhin Royan, Elang Mulya Lesmana, Heri Hartanto, dan Hendriawan Sie. Berikut rekaman kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebelum tanggal 12 Mei 2009.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan 12 Mei diawali dengan melakukan ziarah ke makam Pejuang Reformasi Hafidhin Royan di makam keluarga Sirnagalih Bandung, Jawa Barat. Ziarah ini berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Rektor Usakti, Prof Dr Thoby Mutis didampingi Wakil Rektor III, I Komang Suka'arsana, SH, MH, Direktur LMK, para Dekan Fakultas dan para Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan karyawan Rektorat maupun Fakultas. Demikian pula orang tua ke empat Pejuang Reformasi dan keluarga ikut dalam rombongan ziarah ini ditambah sekitar seratusan mahasiswa dari organisasi kemahasiswaan dalam lingkup Universitas Trisakti.

Dibawah rerimbunan pepohonan yang menauingi makam Hafidin Royan, seluruh peziarah memanjatkan doa dengan khusuk dan khidmat dipimpin oleh mahasiswa UKM Huzaifah. Usai berdo'a kemudian dilanjutkan dengan berziarah ke makam almarhum Ir. H.Enus Yunus ayah dari almarhum Hafidin Royan yang telah wafat dua tahun lalu.

Kegiatan ziarah ini dilanjutkan pada hari Senin dengan mengunjungi makam Hendriawan Sie yang dimakamkan di pemakaman umum Al-Kamal Jakarta Barat dilanjutkan ke makam Elang Mulya Lesmana dan Hery Hartanto di TPU Tanah Kusir. Rombongan juga melakukan ziarah ke makam alm. Bagus Yoganandita (ayah Alm. Elang Mulya Lesmana), ke makam para mantan Rektor yang dimakamkan di TPU Tanah Kusir dan diakhir ziarah ke makam Bung Hatta yang merupakan Bapak Koperasi yang juga salah satu pendiri Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Thoby Mutis secara pribadi berziarah ke makam keluarganya dilanjutkan ke TPU Karet ke makam Prof. Dr. Moedanton Moertedjo (mantan Rektor Usakti).

Selasa, 5 Mei 2009

Diadakan dzikir dan Do'a yang dilaksanakan di Lobby Kampus B dan dihadiri Rektor Usakti, Dekan FKG keempat orang tua Pejuang Reformasi para Wadek III dan sekitar 200 mahasiswa dari berbagai Fakultas. Situasi lobby didesain sedemikian rupa, dimana terlihat empat buah keranda dari keempat Pejuang Reformasi yang gugur, lampu lentera buatan terpasang di sudut-sudut lobby dan pintu lobby ditutupi kain hitam. Sinar redup dan temaram membuat suasana acara bertambah sakral.

Rektor Usakti memberikan sambutannya di susul dengan sambutan Presiden Mahasiswa Usakti dan diakhiri dengan ceramah dan do'a yang dibawakan oleh dai kondang Ahmad Al-Habsy. Dalam ceramahnya, Ahmad Al-Habsy mengatakan bahwa keempat pahlawan reformasi merupakan para syuhada yang balasannya tiada lain kecuali surga, "mereka pemuda gagah berani yang berani menentang tirani yang mapan untuk membuat perubahan di negeri ini. Kita harus pandai mensiasati hidup ini, karena terdapat banyak pilihan. Ada dua ahli yang oleh Allah SWT sangat disayangi, namun tidak berhak memilih, yaitu ahli ibadah dan ahli manfaat. Ahli Ibadah adalah orang yang selalu melakukan ibadah dan dzikir kepada Allah SWT siang dan malam untuk mendapat ridhanya, Namun ahli ibadah ini terkadang masih melalaikan pergaulan dan lingkungan sehingga dalam hidupnya kurang bermanfaat bagi lingkungan atau kehidupan bagi orang lain. Sedangkan Ahli Manfaat ini yang lebih disukai oleh Allah SWT, karena seperti yang dilakukan oleh keempat syuhada ini merupak ahli manfaat. Mereka meninggal dunia dalam memperjuangkan perubahan yang sama-sama kita rasakan perubahannya hingga saat ini, mereka menjadi martir dan menjadi pahlawan keberanian dalam memperjuangkan keadialan dan kebenaran, sehingga balasannya tidak lain adalah surga,"tegas Ahmad Al-Habsy.

Jumat, 8 Mei 2009

Malam Gelora Reformasi 2009 bertempat di Tugu Reformasi. Acara ini dihadiri Direktur LMK, Ketua YDP, Ka. BAMA, para Wakil Dekan III seluruh Fakultas. Dari luar kampus tampak hadir Kak Seto Mulyadi dan keluarga, Istri Alm. Nurkholis Madjid, Suciwati (istri alm Munir), perwakilan dari Slank dan lembaga serta tokoh yang pada malam itu termasuk 10 orang yang menerima Trisakti Award dari Kepresidenan MM Usakti. Acara diawali dengan meriah namun tetap khidmat dengan iringan musik dari para mahasiswa, Pada kesempatan tersebut ditampilkan tari Merah Putih dari FSRD, lagu-lagu oleh PSMUT, Marching Band, Tari Saman dari FK menambah semaraknya suasana pada malan itu.

Pidato Menteri Koordinator Kasus 12 Mei 1998 Bayu Saputra Muslimin :

Di tempat inilah 11 tahun lalu terjadi tragedi kemahasiswaan yang sangat memilukan dan sangat mengerikan dimana peristiwa tersebut secara hukum sampat saat ini belum tuntas. Dengan keadaan seperti ini teman-teman dari mahasiswa dari Universitas Trisakti tidak akan pernah lelah, tak kan pernah ciut dan tak kan pernah mundur dari tuntutannya agar kasus ini harus dituntaskan. Simbol kita tahun ini adalah "Genderang Perang telah berbunyi, api pengorbanan telah berkobar, kita maju bergerak dan tuntaskan" Kasus ini di luar sana seantero negeri mengetahui terjadinya peristiwa ini Bahwa kasus ini merupakan tonggak sejarah, namun dekian kasus ini juga merupakan "Roh perjuangan untuk membela kebenaran dan keadilan". Dan pada malam ini kami memberikan kepada 10 lembaga atau tokoh yang selama ini kami nilai konsisten dan selalu berkomitmen dalam memperjuangkan Hak Azasi Manusia secara liberal dan kontinyu.

Pidato Advendi Simangunsong, SH, MM yang mewakili Rektor Usakti :

Ada dua hal yang harus diperhatikan malam ini. Di depan terpampang jelas tulisan 11 tahun tragedi Trisakti "Tanpa Jawaban" ini sangat menarik, karena harus menjadi obyektif. Betul untuk masalah intern Universitas Trisakti, bahwa prajurit-prajurit eksekutor sudah di hukum dan dipenjarakan, namun aktor intelektual yang menggerakkan sampai saat ini belum terungkap tuntas. Ini yang perlu digaris bawahi bersama bahwa untuk meluruskan sejarah reformasi. Betul memang Pemerintah atau Negara telah memberikan pengakuan secara resmi dalam satu upacara di istana Presiden disampaikan penghargaan kepada keempat mahasiswa sebagai Pejuang Reformasi, tetap ini tidak cukup bagi sivitasi akademika Usakti, Bahwa kita perlu mengetahui bagaimana lurusnya sejarah, apa kebenaran yang sebenar-benarnya yang harus diungkapkan, inilah jawaban yang harus kita perjuangkan.

Yang kedua, bahwa gugurnya keempat Pahlawan Reformasi ini telah merubah banyak hal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak tahun 1998 sistem ketatanegaraan berubah. Muncul apa yang dinamakan otonomi daerah, muncul pemilu langsung, aturan demokrasi berubah dan lain sebagainya, dan ini tantangan juga khususnya bagi Universitas Trisakti, bahwa perjuangan keempat mahasiswa perlu pengawalan khusus dari kita ke depan. Apakah perjuangan reformasi tahun 1998 itu saat ini sudah sampai pada track-nya, apakah ini reformasi yang kita kehendaki, apakah ini otonomi daerah yang kita kehendaki, maka ke depan untuk mewujudan cita-cita reformasi itu kita perlu melakukan pengawalan-pengawalan, sehingga reformasi yang dicanangkan dari kampus ini menjadi terwujud seperti cita-cita, kita harus diikuti dan perjuangkan bersama. Peringatan ini jangan sampai hanya menjadi peringatan semata, namun harus ada tindakan konkrit yang dimotori oleh Usakti dengan melibatkan komponen masyarakat, apakah unsur intelektual atau unsur kepartaian dan lain-lain untuk bersama-sama mengawal reformasi secara lebih terencana, teratur dan kongkrit. Sehinggatidak hanya sekedar peringatan yang pada esok atau lusa dilupakan.

(Masyarakat Kampus, Vol. 5. No 95 - 15 Mei 2009)                 

Viewed: 577

» Indeks Berita
Sambutan
Rektor
Selamat datang di Kampus Pahlawan Reformasi. Kami merupakan Universitas swasta terbesar di Indonesia, yang memiliki 9 Fakultas, Program Pascasarjana, dan Program DIII dan DIV. Jumlah Mahasiswa aktif tahun akademik 2012/2013 adalah sebanyak 19.300 orang mahasiswa, dan jumlah Alumni S1 sebanyak 90.422 orang, Magister sebanyak 4.888 orang, Program Doktor 49 orang dan Alumni Program Diploma sebanyak 1.651 orang.
Bursa
Lapangan Kerja
LOWONGAN KERJA
PT BUTON ASPHALT INDONESIA   Perusahaan pertambangan , dengan kantor pusat di Jakarta, lokasi  Site di Buton Sulawesi Tenggara Butuh :
Aplikasi ditutup: 24 September 2014
baca selengkapnya »


Trisakti University
Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia
Phone: (62-21) 566 3232 | Fax: (62-21) 564 4270
Jobs | Peta Situs | Alamat Kontak
Copyright © 2014 UPT Multimedia Universitas Trisakti. All rights reserved.